Saturday, February 17, 2018

SIAPA AKU?: YUK! Lebih Dekat Dengan Yasmin Nabilah

SIAPA AKU MENURUT PRADUGAMU?

Dengan mengucap "Bismillaahirrahmaaniraahim." Dan salam, "Assalaamu 'Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh." Aku berharap, ini pembukaan yang santai namun sopan dalam memulai tulisan ke dua ku, dengan tujuan, akan memperkenalkan "SIAPA AKU?" terlebih dahulu.

Ya! Maksudku, siapa Yasmin Nabilah. Sekedar informasi, itu nama lengkapku, pemberian ayah dan ibuku tak lama setelah aku bernafas di Bumi, terhitung sejak tanggal 06 September 1999, tepat pada hari senin ke sekian ribu, yang tercantum di kalender masehi. Aku tidak tahu tepatnya, tidak mau menghitung juga, tidak ada faedahnya, Ha ha.
***

Aku, anak ke 2 dari 5 bersaudara.

Aku lahir di Bandung. Pada kala itu, mentari sedang mengintip dari bagian timur Indonesia. Terlahir menjadi seorang wanita dan muslim.

Aku berhijab. Doakan, semoga bukan hanya karena ikut trend hijrah hijab yang sedang gencar menyebar luas saat ini. Walau baik, tetap saja tidak murni bila tanpa kesadaran tersendiri. Semoga aku dan kamu berhijab sebab panggilan hati yang ingin taat pada perintah Sang Ilahi, ya?
***

Hobiku makan, tidur, bangun dan sesekali merenung di kamar mandi. Sedikitnya, untuk melepaskan beban hidup yang tak sempat mampu ku pikul terus menerus. Ah, ku pastikan kau paham apa yang ku maksud.

Jangan beranggapan, aku orang yang tertutup luar dan dalam. Jika kau seorang pengamat, kau mampu membaca bagaimana selera humorku ini.

Memang, terkadang kehidupan menuntut kita untuk menyesuaikan apa yang nampak. Tapi bagiku, hidup tak se-monoton itu. Serius, kaku, membisu, lalu tak ada yang dikenang melainkan abu.

Selera humorku, sebenarnya di atas rata-rata, jika tidak boleh disebut akut. Caraku memandang sesuatupun tak hanya satu. Sastra mengajarkanku, berpikir secara terbuka, memahami satu cerita dalam berbagai makna. Dan bagiku, itu hal yang sangat menyenangkan. Akan menjadi teman, di kala yang sebenarnya hilang tanpa sangkaan.

Cita-citaku selain menjadi manusia yang seutuhnya, wanita sejatinya, dan anak yang sholehah. Adalah menjadi "penulis" yang dihargai karyanya. Dan akan dikenang, ketika aku telah tiada, kelak.

Tetapi jika boleh jujur, sebenarnya aku bukan pembaca yang baik. Maksudku, aku tidak terlalu senang membaca. Oleh sebab seorang penulis hebat adalah ia yang terlahir dengan semangat juang dalam membuka matanya akan dunia yang dibaca, maka, kau pasti mengerti, mengapa cita-citaku masih hanya sebatas wacana. He he.

Tidak bekerja dan belum sekolah lagi, menjadi kesibukan kehidupanku, setelah tahun 2017 resmi lulus dari SMK yang menciptakan sejuta kenangan. Bukan karena takdir menuntutku agar tak berkembang, melainkan, karena sesuatu dan lain hal aku harus menjalaninya penuh dengan senyuman.

Kau tahu? Aku tidak pernah tahu apa bakatku sampai saat ini. Jika kau mengetahuinya, sudikah kau membaginya dengan ku? Kau bisa memberi tahu ku, lewat Direct Message Instagram @yasminnblh, komentar di tulisanku ini, atau langsung padaku jika kau adalah pembaca sekaligus teman baikku. Aku tidak sedang promosi ya?

Asli! aku tidak pernah tahu apa bakatku. Sering kewalahan jika ada sesi pertanyaan tentang bakat, masalahnya, memang tidak ada bakat murni yang ku miliki. Jika itu ada, apa kau tahu?

Bagaimanapun itu, aku tetap bahagia dengan kekuranganku.

"Perlu kau tahu, kunci kebahagiaan bukan tentang apa yang kita miliki. Melainkan tentang hidup yang kita nikmati."

Sedikitnya, kau telah mengetahui siapa aku. Lantas, sama kah dengan praduga mu? Ku pastikan banyak sudut pandang yang memaknainya, itupun kalau sesuai dengan apa yang ku pradugakan setelah kau membaca kisahku.
***

Jangan bosan membaca cerita selanjutnya, ya? Nantikan tulisan-tulisanku di kemudian hari. Insyaa Allah, setiap hari minggu kalau perlu.

Kalau dirasa akan rindu, subscribe Blog ku ya? Aku tidak sedang berharap, hanya menginginkannya. He he.

[Salam rindu, dariku, Yasmin Nabilah, yang belum mandi.]
***

Wassalaamu 'Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Saturday, February 10, 2018

PESAN Untuk "MILEA" Masa Kini, Yang Menjadi Tawanan "RINDU"

Assalaamu 'Alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh



.
Haaiii gengs, guys, teman, sahabat fillah aku - yasmin - dimanapun kamu bernafas. Hehe

Yeayyy, akhirnya aku punya blog ^^. And By The Way, ini tulisan pertamaku.

..
"Alhamdulillah jangan?" Kataku bertanya pada kalian yang baca.

"Alhamdulillah atuh!" Katamu yang lagi baca apa yang aku tulis.

[Yang korban DILAN pasti ketawa. Atau minimal mesem-mesem lah. Atau ngga ya ngerti meureun. HAHA :D]

Lanjuuuuut!!!

Ditulisan pertamaku, aku mau posting tentang opiniku ke si FULAN nih! Ehhh, ke DILAN maksudku. Setelah ku baca tuntas 2 buku dengan kisah asmara remaja tempo doeloe, yang mampu menyihir remaja tempo sekarang, tak terkecuali aku.

Dengan gaya bahasa yang aku jiplak sebisa mungkin seperti Dilan. Ya! Walaupun hanya perasaanku saja. Tapi da menurutku mah udah mirip deh. Itusih masih menurutku ya! Gak tau kalau menurutmu. Baca aja dulu.

...
Dari pada kebanyakan muqodimah-nya, mending langsung KUY BACA!





Pesan dariku, Wahai Para Milea 2018
(Semata-mata karena FILM DILAN lahir di tahun ini. Ya! Tepatnya pada tanggal 25 Januari 2018 lalu)

Cinta seorang lelaki, tidak dapat ditebak begitu cepat. "Mengapa begitu ?" Walau manis membuat senyum dan selalu. Akan ada masa, itu kan tak terjadi lagi.

Walau begitu, jika benar ia mau, ia akan tau siapa yang ia tuju. "Sedangkan ini ?" Ahh sudahlah, ku kira kau mengerti apa yang ku maksud. Itupun jika kau sama membaca buku DILAN hingga versi 1991 dan selesai sepertiku --walaupun telat hehe.

Pesanku, jangan mau jadi milea dalam buku "DILAN : dia adalah dilanku tahun 1990 hingga 1991" 

Ingat : Lelaki yang benar mau, akan mengajukan permohonan nikah denganmu ke penghulu. Maka mulai saat ini, Stop Baper-mu, belum ada saksi yang ngucapin "SAHHH" soalnya. Buang-buang waktu. Hehe

[Dariku, seseorang yang nyatanya seorang tawanan rindu. Yasmin Nabilah. (Ketawa lagi)]
11/02/18 1.17 a.m Selepas kuselesaikan 300+ lembar versi 1991





....
Gimana? Kayak ada Dilan-dilan nya ga? Hehe

Cukup singkat sih. Namun, buat kamu yang mau menyeliksik lebih dalam apa yang sebenarnya ingin aku sampaikan mah pasti ngerti. Semoga aja ya. Aku doain deh.

Oh iya. By the way, ini pendapatku, setelah ototku mulai kembali nyaman pada tempatnya karena gemas dan akhirnya mampuku tuangkan. Jika kau tak setuju, aku tak peduli. Yang penting aku senang.

"Kamu mau sama denganku merasakan rasa senang?" Jawab "YA!" Kalau mau.

"YA!" Katamu yang terpengaruh apa kataku.

"Maka, setujulah dengan pendapatku. Maka kamu akan merasakan senang," balasku.

"Kenapa?" Katamu terpancing apa kataku dan merasa heran.

"Kan aku senang dengan pendapatku," tuturku. Hehe

.....
Ahhh sudahlah, aku terlalu baper dengan gaya berbahasa DILANMU Lia. Bisa-bisa ini akan menjadi candu, setelahku lahap mentah 1 kisah menyatu yang kau tuangkan dalam 2 bukumu itu.

Aku sudah terlalu jauh merasuk dalam ceritamu Lia. Maafin aku.



.....
Cukup dulu ya guys tulisan pertama nan sederhanaku ini. Nantikan cerita dalam tulisanku selanjutnya. Yang kedua, ketiga, keempat, hingga berjuta-juta kalau bisa.

Ohh iya, ikuti blog aku. Itupun kalau kamu mau. Aku gaakan maksa.

📝 J A N G A N   L U P A   J U G A :

Follow Instagramku @yasminnblh. Itu juga kalau kamu mau. Tapi da harus mau yang ini mah! Aku tunggu ya?



Wassalaamu 'Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

8 Bidadari Trip To Manglayang

 Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Hy, gaes, teman, sahabat, manusia, di manapun kalian menikmati bacaan ini. Sel...